ASKEP KANKER LARING PDF

Batuk yang kadang — kadang dengan reak yang bercampur darah dikarenakan adanya ulserai pada tumor tersebut Disfagia, kesulitan bernafas dan nafas bau merupakan gejala tahap lanjut. Pembesaran nodus limfa servikal ,penurunan berat badan dan status kelelahan umum dan nyeri yang menjalar ke telinga dapat terjadi bersama metastase. Pengobatan pilihan termasuk terapi radiasi dan pembedahan. Pemeriksaan gigi dilakukan untuk menyingkirkan setiap penyakit mulut.

Author:Shakabei Kazigrel
Country:Ghana
Language:English (Spanish)
Genre:Science
Published (Last):17 March 2007
Pages:205
PDF File Size:13.89 Mb
ePub File Size:19.20 Mb
ISBN:386-8-14622-952-3
Downloads:92425
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tugal



Bersihan jalan napas tak efektif F. Manisfestasi klinis 1. Serak Suara serak adalah hal pertama yang akan tampak pada pasien dengan kanker pada daerah glotis karena tumor mengganggu kerja pita suara selama berbicara.

Suara mungkin terdengar parau dan puncak suara rendah. Dispneu dan stridor. Gejala ini merupakan gejala yang disebabkan oleh sumbatan jalan nafas dan dapat timbul pada tiap tumor laring. Gejala ini disebabkan oleh gangguan jalan nafas oleh massatumor, penumpukkan kotoran atau sekret,maupun oleh fiksasi pita suara. Pada tumor supraglotik atau transglotik terdapat dua gejala tersebut. Sumbatan dapat terjaadi secara perlahan-lahan dapat dikompensasi oleh pasien.

Pada umumnya dispneu dan stridor adalah tanda dan prognosis kurang baik. Nyeri tenggorok Keluhan ini dapat bervariasi dari rasa goresan sampai rasa nyeri yang tajam. Disfagia Kesulitan Menelan Adalah ciri khas tumor pangkal lidah, supraglotik, hipofaring dan sinus piriformis. Keluhan ini merupakan keluhan yang paling sering pada tumior ganas postkrikoid. Rasa nyeri ketika menelan odinofagi menandakan adanya tumor ganas lanjut yang mengenai struktur ekstra laring. Batuk dan hemoptisis.

Batuk jarang ditemukan pada tumor ganas glotik, biasanya timbul dengan tertekannya hipofaring disertai sekret yang mengalir ke dalam laring.

Hemoptisis sering terjadi pada tumor glotik dan supraglotik. Gejala lain berupa nyeri alih ke telinga ipsilateral, halitosis, batuk hemoptisis dan penurunan berat badan menandakan perluasan tumor ke luar jaringan atau metastase lebih jauh. Pembesaran kelenjar getah bening leher dipertimbangkan sebagai metastasis tumor ganas yang menunjukkan tumor pada stadium lanjut. Nyeri tekan laring adalah gejala lanjut yang disebabkan oleh komplikasi supurasi tumor yang menyerang kaartilago tiroid dan perikondrium G.

Pemeriksaan Penunjang Untuk menilai lokasi tumor dan penyebaran tumor. Foto thoraks Untuk menilai keadaan paru, ada atau tidaknya proses spesifik dan metastasis di paru. Biopsi laring Untuk pemeriksaan patologi anatomik dan dari hasil patologi anatomik yang terbanyak adalah karsinoma sel skuamosa H.

Penatalaksanaan Pada kasus Ca laring dapat dilakukan pengobatan dengan radiasi dan pengangkatan laring Laringektomi. Pengobatan dipilih berdasar stadiumnya.

Radiasi diberikan pada stadium 1 dan 4. Alasannya mempunyai keuntungan dapat mempertahankan suara yang normal, tetapi jarang dapat menyembuhkan tumor yang sudah lanjut,lebih-lebih jika sudah terdapat pembesaran kelenjar leher. Oleh karena itu radioterapi sebaiknya dipergunakan untuk penderita dengan lesi yang kecil saja tanpa pembesaran kelenjar leher.

Kasus yang ideal adalah pada tumor yang terbatas pada satu pita suara, dan masih mudah digerakkan. Sembilan dari sepuluh penderita dengan keadaan yang demikian dapat sembuh sempurna dengan radioterapi serta dapat dipertahankannya suara yang normal. Fiksasi pita suara menunjukkan penyebaran sudah mencapai lapisan otot. Jika tumor belum menyebar kedaerah supraglotik atau subglotik, lesi ini masih dapat diobati dengan radioterapi, tetapi dengan prognosis yang lebih buruk.

Penderita dengan tumor laring yang besar disertai dengan pembesaran kelenjar limfe leher, pengobatan terbaik adalah laringektomi total dan diseksi radikal kelenjar leher. Dalam hal ini masuk stadium 2 dan 3. Ini dilakukan pada jenis tumor supra dan subglotik. Pada penderita ini kemungkinan sembuh tidak begitu besar, hanya satu diantara tiga penderita akan sembuh sempurna. Laringektomi diklasifikasikan kedalam : 1. Laringektomi parsial.

Tumor yang terbatas pada pengangkatan hanya satu pita suara dan trakeotomi sementara yang di lakukan untuk mempertahankan jalan napas. Setelah sembuh dari pembedahan suara pasien akan parau. Hemilaringektomi atau vertikal. Bila ada kemungkinan kanker termasuk pita suara satu benar dan satu salah. Bagian ini diangkat sepanjang kartilago aritenoid dan setengah kartilago tiroid. Trakeostomi sementara dilakukan dan suara pasien akan parau setelah pembedahan.

Laringektomi supraglotis atau horisontal. Bila tumor berada pada epiglotis atau pita suara yang salah, dilakukan diseksi leher radikal dan trakeotomi. Suara pasien masih utuh atau tetap normal. Karena epiglotis diangkat maka resiko aspirasi akibat makanan peroral meningkat. Laringektomi total. Kanker tahap lanjut yang melibatkan sebagian besar laring, memerlukan pengangkatan laring, tulang krikoid, kartilago krikoid, cincin trakea, dan otot penghubung ke laring. Mengakibatkan kehilangan suara dan sebuah lubang stoma trakeostomi yang permanen.

Dalam hal ini tidak ada bahaya aspirasi makanan peroral, dikarenakan trakea tidak lagi berhubungan dengan saluran udara — pencernaan. Suatu sayatan radikal telah dilakukan dileher pada jenis laringektomi ini. Hal ini meliputi pengangkatan pembuluh limfatik, kelenjar limfe di leher, otot sternokleidomastoideus, vena jugularis interna, saraf spinal asesorius, kelenjar salifa submandibular dan sebagian kecil kelenjar parotis Sawyer, Operasi ini akan membuat penderita tidak dapat bersuara atau berbicara.

Tetapi kasus yang dermikian dapat diatasi dengan mengajarkan pada mereka berbicara menggunakan esofagus Esofageal speech , meskipun kualitasnya tidak sebaik bila penderita berbicara dengan menggunakan organ laring. Pengkajian a. Integritas Ego Gejala : Perasaan takut akan kehilangan suara,mati, terjadi atau berulangnya kanker. Kuatir bila pembedahan mempengaruhi hubungan keluarga, kemampuan kerja dan keuangan.

Tanda : Ansietas, depresi, marah dan menolak operasi. Makanan atau Cairan Gejala :Kesulitan menelan. Tanda : Kesulitan menelan, mudah tersedak, sakit menelan, sakit tenggorok yang menetap. Bengkak, luka. Inflamasi atau drainase oral, kebersihan gigi buruk. Pembengkakan lidah dan gangguan gag reflek. Higiene Tanda : kemunduran kebersihan gigi.

Kebutuhan bantuan perawatan dasar. Neurosensori Gejala : Diplopia penglihatan ganda , ketulian. Tanda : Hemiparesis wajah keterlibatan parotid dan submandibular. Parau menetap atau kehilangan suara gejala dominan dan dini kanker laring intrinsik. Kesulitan menelan. Kerusakan membran mukosa. Nyeri atau Kenyamanan Gejala : Sakit tenggorok kronis, benjolan pada tenggorok. Penyebaran nyeri ke telinga, nyeri wajah tahap akhir, kemungkinan metastase.

Nyeri atau rasa terbakar dengan pembengkakan kususnya dengan cairan panas , nyeri lokal pada orofaring. Pascaoperasi : Sakit tenggorok atau mulut nyeri biasanya tidak dilaporkan kecuali nyeri yang berat menyertai pembedahan kepala dan leher, dibandingkan dengan nyeri sebelum pembedahan.

Tanda : Perilaku berhati-hati, gelisah, nyeri wajah dan gangguan tonus otot. Pernafasan Gejala : Riwayat merokok atau mengunyah tembakau. Bekerja dengan debu serbuk kayu, kimia toksik atau serbuk, dan logam berat.

Riwayat penyakit paru kronik. Batuk dengan atau tanpa sputum. Drainase darah pada nasal. Tanda : Sputum dengan darah, hemoptisis, dispnoe lanjut , dan stridor. Keamanan Gejala : Terpajan sinar matahari berlebihan selama periode bertahun-tahun atau radiasi.

Perubahan penglihatan atau pendengaran. Tanda : Massa atau pembesaran nodul. Interaksi Sosial Gejala : masalah tentang kemampuan berkomunikasi, dan bergabung dalam interaksi sosial. Tanda : Parau menetap,perubahan tinggi suara, bicara kacau, enggan untuk bicara,dan menolak orang lain untuk memberikan perawatan atau terlibat dalam rehabilitasi. Diagnosa Keperawatan a. Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan pengangkatan sebagian atau seluruh glotis, gangguan kemampuan untuk bernapas, batuk dan menelan, serta sekresi banyak dan kental.

Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan defisit anatomi pengangkatan batang suara dan hambatan fisik selang trakeostomi. Nyeri akut berhubungan dengan insisi bedah, pembengkakan jaringan, adanya selang nasogastrik atau orogastrik. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan gangguan jenis masukan makanan sementara atau permanen, gangguan mekanisme umpan balik keinginan makan, rasa, dan bau karena perubahan pembedahan atau struktur, radiasi atau kemoterapi.

Gangguan citra diri berhubungan dengan kehilangan suara, perubahan anatomi wajah dan leher. Intervensi Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan pengangkatan sebagian atau seluruh glotis, gangguan kemampuan untuk bernapas, batuk dan menelan, serta sekresi banyak dan kental. Tujuan : Klien akan mempertahankan jalan napas tetap terbuka.

Kriteria hasil : Bunyi napas bersih dan jelas, tidak sesak, tidak sianosis, frekuensi napas normal. Awasi frekuensi atau kedalaman pernapasan. Auskultasi bunyi napas.

EQUAZIONI ALLE DERIVATE PARZIALI SALSA PDF

Asuhan Keperawatan Klien Kanker Laring

Melalui makalah ini kami ingin menjelaskan tentang asuhan keperawatan kanker laring dan perawatan Trakeostomi. Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penulisan Anatomi dan Fisiologi Laring Defenisi Kanker Laring Etiologi dan Faktor Resiko

DC7800 QUICKSPECS PDF

Laporan Pendahuluan Ca Laring Lengkap Download Format Pdf Dan Doc -KitaPastiSehat

Bersihan jalan napas tak efektif F. Manisfestasi klinis 1. Serak Suara serak adalah hal pertama yang akan tampak pada pasien dengan kanker pada daerah glotis karena tumor mengganggu kerja pita suara selama berbicara. Suara mungkin terdengar parau dan puncak suara rendah. Dispneu dan stridor.

CARTAS MARCADAS DE ALEJANDRO DOLINA PDF

Ada 3 cara penaggulangan yang lazim dilakukan, yakni pembedahan, radiasi, obat sitostatika ataupun kombinasi daripadanya, tergantung pada stadium penyakit dan keadaan umum pasien. Sebagai patokan dapat dikatakan stadium 1dikirim untuk dilakukan operasi, stadium 4 dilakukan operasi dengan rekonstruksi, bila masih memungkinkan atau dikirim untuk mendapatkan radiasi. Di bagian THT RSCM tersering dilakukan laringektomia totalis, karena beberapa pertimbangan, sedangkan laringektomi parsial jarang dilakukan, karena teknik sulit untuk menentukan batas tumor. Tempat yang sering timbul tumor dapat dilihat pada gambar. Sinar X dada,scan tulang, untuk mengidentifikasi kemungkinan metastase. Darah lengkap, dapat menyatakan anemi yang merupakan masalah umum.

Related Articles